Midyear Magic?

Segala sesuatu yang dimulai dengan baik selalu berakhir baik pula…kata orang sih.

Kenyataannya, ya kita sendiri yang bisa nentuin, kalau mau diakhiri dengan jelek ya pasti mudah juga.

Serem rasanya kalo kita bisa tau apa yang ada dalam pikiran seseorang, pacar, adik, kakak, suami, bahkan orangtua sekalipun. Tuhan Yang menciptakan benak manusia hanya untuk ruang privasi diri adalah sesuatu yang sudah Ia pikirkan, dengan sangat matang, dan penuh kasih sayang tentunya. Subhanallah.

Midyear 2011, ada sesuatu yang menarik di situ.

Perubahan, sudah pasti.

Sedih, mungkin sulit untuk dijelaskan.

Lega, karena adanya sebuah kejujuran.

Senang, karena masih bisa tersenyum.

Gamang, ya namanya juga perempuan di (almost) quarter life (loh?).

Harapan, setiap manusia harus punya dong, kalo engga mau dibawa kemana semua pekerja stress di Jakarta ini, hahaa..

Ada sesuatu yang hilang padahal sebenarnya kalo dilihat tidak begitu terasa..oh ya dikoreksi, tidak begitu terasa di orang lain. Somehow, life is unfair but we still believe in those words : “keep on tryin’ and you will survive”.

Perasaan simpang siur yang saya rasakan saat ini saya serap dengan sangat baik, dan mendefinisikannya dengan “hey kamu, coba deh dipikir-pikir ulang, kamu itu beruntung, punya pekerjaan yang baik, ibu yang baik dan pintar masak (ini penting, beneran), teman yang ajaib tapi sangat meneduhkan, dan tabungan yang walaupun belum bisa buat beli rumah sendiri tapi cukup untuk membiayai kosan dan short trip ke pantai atau gunung terdekat, hehee..” walaupun keadaan hati mungkin beda perkara, tapi yaa….harusnya gada tapi.

Sejujurnya saya gak sabar menantikan Desember, end of this year. Karena di sana nanti semua akan lebih jelas, dalam segala aspek, sangat jelas. We’ll see, semoga ini baik, Insya Allah.

Dan sampai Desember tiba, mulai midyear ini saya akan coba lebih bersabar, yah kalo bisa dibilang sih itu salah satu keunggulan saya, bersabar, hahaa..dan siapa tau ada kejutan setelah midyear ini, kejutan menyenangkan, siapa yang tau? Tuhan dong (lah malah ngeyel sendiri) *ngakak*

#failedbangetdehdramanya

Baiklah, mari kita lanjut meeting ke PI, udah ditunggu.. Selamat sore!

Advertisements

Letter To You

Dear annoying thoughts,

Last night made me think deeply about some things, and come to conclusion that you never know how strong you are until being strong is the only choice you have..

Yes, due to my teenage disability in many things. It has taught me to be strong and keep struggling for things that i want to achieve (in a good way of course) and also keep my mind open for new opportunities in future.

So, let me say it now. No more again depending my self to others. No more following other people’s definition of happiness. I choose to be HAPPY, in my own definition, no matter what!

I’m going to end this insomnia and all those melodramatic feelings.

Case closed.

ww

Sincerely,

Dhika

Happy Ied Mubarak!

Actually it’s kinda late for saying this, coz i should’ve post it a week ago. But, I still gonna say it anyway, hahaa..

HAPPY IED MUBARAK 1431 H

Minal Aidin Wal Faidzin :)

From my deepest heart i would like to apologize for all mistakes and bad attitudes that i’ve done through this blog and or in person. Kindly forgive me, wont you? :D

And i’m so glad that i can also celebrate it with Farhan. Hope you can celebrate it with your family and beloved too. ♥♥♥

I made it a little bit dark retro, no? Ok I admit it, maybe too dark, hahaa…

See u in the next Ramadhan! :)

Remembering You

Pukul 23:55

Dan masih belum bisa tidur.

Kalau hari biasanya saya belum tidur karena nonton televisi atau membaca novel, kali ini lain. Sungguh sangat lain. Malam ini saya sulit memejamkan mata karena jujur saja mata ini perih, sedikit sembab karena habis menangis. Saya baru saja kehilangan sahabat, senior, atau mungkin lebih tepatnya seorang kakak (teteh-red). Setelah seminggu dalam kondisi koma di rumah sakit, ternyata ia tak mampu lagi bertahan dan Allah memutuskan untuk memanggilnya.

Masih terngiang Jumat malam minggu kemarin kami bersenda gurau, bercanda karena ia memang begitu periang, ceplas ceplos apa adanya.

Rasanya begitu cepat.

Tapi saya sadar bahwa semua sudah ditentukan dari awal oleh Yang Kuasa.

 

Our last pic together. She’s the one who holding Haira. She loves babies :)

The death of someone we know always reminds us that we are still alive – perhaps for some purpose which we ought to re-examine.  ~Mignon McLaughlin, The Neurotic’s Notebook, 1960

 

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan ya teh, semoga Allah menerima amal ibadah teteh dan melapangkan jalan teteh ke surga. Gak ada yang bisa saya berikan untuk teteh selain doa. ”

ps: we’ll be missing you badly :(

Gerakan 10 Ribu Langkah KuaLa Lumpur-Singapore (Part 2)

Part 2 – Singapore


“Bangun hayo bangun, semuanya turun dari bus!” Mendadak seruan itu bikin semua penumpang bus double deck yang saya naiki terhentak dari kursinya masing-masing. Dengan wajah setengah sadar dan rambut awut-awutan, perlahan semua penumpang turun sambil membawa paspornya masing-masing. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi waktu Singapore. Dengan terkantuk-kantuk kita semua baris antri untuk di cek paspornya di perhentian imigrasi Singapore. Sempet khawatir karena Johan dipanggil ke dalam ruangan untuk pemeriksaan lebih detail, tapi untungnya dia diperbolehkan keluar setelah kroscek beberapa hal mengenai paspornya. Finally sampai juga team rempong ini di Sg setelah makan waktu 5 jam perjalanan dengan bus double deck Starmart. Sebenernya sih perjalanannya ga berasa karena kita tidur, tapi lelah akibat jalan seharian baru terasa besoknya dan waktu juga masih terlalu pagi untuk check in ke hostel tempat kita nginep di Sg. Walhasil, kita stop di McD yang katanya ga jauh dari hostel.

Setelah sejam istirahat di McD, akhirnya kita mutusin untuk pindah ke hostel dan mengiyakan untuk bayar extra charge SGD 5  karena check in lebih awal. Tapi dasar ga rejeki, ternyata pas kita berhasil nemuin hostelnya kita ga bisa masuk karena kamarnya penuh terisi (saya sama Johan muter-muter cari hostelnya, eh ternyata tempatnya bener-bener di belakang McD, cuma pintunya yang emang nyaru sama toko-toko yang ada di sebelahnya -_-‘ ). Akhirnya setelah mencoba peruntungan nyari hostel lain dan nangkring di warung mie seafood (mienya super enak kata Anda), kita bisa nego ke penjaga hostel tempat kita nginep untuk menitipkan tas dan numpang mandi disana.

Mata masih sepet dan muka udah zombiefied tapi tetep pede keliling Sg pagi-pagi buta. Kebetulan hari itu hari minggu jadi MRT-nya ga penuh sama orang berangkat kerja dan anak sekolah. Kita sengaja beli tiket two days pass biar lebih praktis dan hemat. Dan tiket two days pass itu juga bisa diambil refund-nya sebesar SGD10 di hari Senin malamnya :D

my two days pass ticket

Tujuan pertama di Singapore: Bugis. Pertama kali sampai Bugis, belum ada satupun toko yang buka, kita kepagian! Maklum kita sampe sana jam 9 pagi, yang kerja disana juga masih pada beberes :p Untuk ngabisin waktu, kita keliling (by foot) ke area sekitar Bugis Junction, sempat ngelewatin National Library Singapore juga. Kata Johan, selain koleksi buku yang lengkap dan tempat baca yang nyaman, internet di National Library kenceng banget koneksinya, jadi anak sekolah sama mahasiswa doyan banget mampir disini, hehee..

Setelah mondar-mandir ga jelas akhirnya Johan dan Ninda mutusin buat makan dulu, dan Yoshinoya di Bugis Junction jadi pilihan tempat kita makan. Oia, mulai hari Minggu saya resmi jadi satu-satunya orang yang berpuasa, karena Ninda mendadak didatengin tamu bulanan (pantesan pas di KL rewel banget :D). Setelah makan akhirnya toko-toko mulai buka satu persatu. Mulai deh keliling-keliling sesuai interest masing-masing. Johan beli sandal, Anda beli sandal (juga) dan 1 tas Charles & Keith, Ninda beli dompet (juga Charles & Keith), dan terakhir adalah saya yang beli sunglasses. Engga kok, kita ga kalap (mm..belum mungkin lebih tepatnya).

Masih sepi, belum ada toko yang buka..

Pulang dari Bugis, kita ga mampir kemana-mana dulu tapi langsung menuju ke Hostel kita di Syed Alwi Road, daerah Lavender. Begitu sampai hostel (sekitar jam 12.30) langsung pada tepar semuanya, padahal niatnya sih cuma istirahat sebentar dan akan lanjutin perjalanan jam 2 siangnya. Saya sendiri kayaknya ngigo matiin alarm saking capeknya :D dan ujung-ujungnya kita baru berangkat lagi jam 6 sore untuk ngejar buka puasa jam 7.30 di Singapore (sama aja lamanya kayak di KL  -_-)

Next: Orchard. Terakhir saya kesini pas jaman SD, kebayang kan lama banget, hehee..tapi saya ga perlu lagi photo mejeng di depan papan Orchard rd. karena di rumah udah ada, versi yang lebih imut malah :D

Night at OrchardPertama kita mampir di mall terbaru di sana, ION. Disini juga saya akhirnya berbuka puasa. Agak bingung sama menu pada awalnya (karena banyak pork-nya :D ) tapi akhirnya pilihan jatuh ke nasi bebek Hainan. Selesai makan kita keliling-keliling mall, dan disini juga saya mendadak bangkrut karena tergoda beli boots-nya Pull and Bear (T_T)  Sebenarnya kalo dihitung dari harga, saya sama sekali ga rugi karena sepatu itu koleksi terbaru dan bisa didapat dengan harga lebih murah dibandingkan kalo saya beli di Indonesia (kalo dianggap diskon, berarti saya dapet potongan harga sekitar 40%, lumayan banget kan? *pembenaran* :D ) Tapi uang cash yang saya bawa juga jadi berkurang hampir 40% (lah kok sama?) Intinya sejak belanja boots di Orchard, saya memutuskan untuk puasa belanja. Belanja hanya yang dibutuhkan aja. *crossing fingers*

Lanjut dari ION, kita mampir ke Singapore Visitors Centre untuk cari tau informasi tempat yang bagus (dan wajib) untuk dikunjungi. Pilihan agak banyak padahal waktu minimalis. Ada Merlion, Esplanade, Little India, Jurong Bird Park, Singapore Zoo, Sentosa Island, dan Marina Bay. Selepas dari Singapore Visitors Centre, kita ga bisa melancong ke tempat lain karena kebanyakan tempat uda tutup (kita belum tau kalo ternyata Mustafa Centre di Little India buka 24 jam! ). Ada titik cerah pas akhirnya Johan bilang dia mau janjian ketemuan sama temennya di satu café di dekat Orchard. Di café itu kita istirahatin kaki sekaligus nikmatin fasilitas wi-fi gratis, yeay!

Senin, hari kedua di Singapore. Tujuan: banyak! :D

Tujuan pertama hari ini adalah Singapore Zoo. Sempet ada insiden pribadi, yaitu saya lupa Sahur! Mmm..sebenernya ga kelupaan total, cuma bangunnya telat karena kecapean. Jadi hanya sempat ngemil potato chips sama minum air putih *merana*. Ok, balik ke Singapore Zoo. Kita berangkat naik MRT, sempat transit di City Hall kemudian lanjut lagi MRT ke arah utara (Maapin karena saya lupa detail stasiun yang harus dituju dimana aja, tapi kalau ke Singapore jangan lupa ke Singapore Visitors Centre, karena disitu kita bakal dikasi peta, bulletin, dan panduan untuk menuju ke tempat-tempat yang kita mau).

Singapore Zoo

Setelah sampai di stasiun yang dituju, rencananya kita akan melanjutkan dengan naik bus, tapi pas keluar stasiun ternyata sudah ada shuttle car berbayar yang sekaligus menawarkan tiket masuk ke Singapore Zoo. Jadi tanpa pikir panjang (dan karena rebutan juga dengan turis yang lain) kita membeli paket tiket masuk Singapore Zoo + Shuttle car-nya. Paket tiket yang kita beli juga sudah termasuk karcis trem untuk keliling area Singapore Zoo.a kiss for me <3

Buat saya pribadi, kalau mengunjungi negara lain (apalagi yang berbeda musim), kebun binatang adalah tempat yang wajib dikunjungi, karena ada binatang khas yang sulit ditemui di Negara lain.

Area Singapore Zoo akan lebih menarik dan khusyuk jika dikunjungi dengan berjalan kaki karena ada spot-spot kandang hewan yang tidak bisa dimasuki oleh trem. Antara hewan dengan pengunjung pun tidak dibatasi oleh pagar, bahkan di beberapa spot hewan-hewan tersebut dibiarkan lepas di kandangnya, jadi kalau pengunjung (berani) berinteraksi ya silakan saja asal mematuhi peraturannya :D  Oia, area hewan ganas seperti harimau putih pun ga diberi pagar lho, kita hanya dipisahkan oleh sungai lebar yang sengaja dibuat sebagai jarak.

met the real hippo!

@ tiger garden dan tenang, macannya cuma replika doang kok :D

Area yang luas membuat waktu keliling-keliling ga cukup satu jam! Kita baru selesai muterin seluruh area sekitar jam 2 siang tapi itu juga sudah termasuk melipir ke toko souvenir untuk beli kenang-kenangan di sana. Masing-masing beli lampu mungil berbentuk hewan yang bisa menyala warna-warni. I love zoo!

Perjalanan dilanjutkan ke Esplanade. Pertama naik bus dari Singapore Zoo kemudian lanjut lagi dengan MRT. Johan sengaja mengajak kita ke teras atas Esplanade (yang ada tamannya!) untuk photo-photo karena dari situ bisa terlihat berbagai macam objek. Mulai dari Eye of Singapore, Arsitektur Esplanade, sampai dengan Marina bay.

Setelah Esplanade, kita lanjut ke Merlion (patung singa yang wajib di photo bareng :p) dan naik water taxy menuju Clarke quay.

Rencananya mau makan malam di sana, tapi ternyata kita gagal untuk refund two days pass di stasiun MRT Clarke quay. Jadi mau ga mau harus berangkat ke Harbour Front untuk menukar refundnya (dasar emang backpacker nanggung, banyak belanja sampe lupa kalo budget menipis). Demi SGD 10, kita rela menunda makan malam :p

Nightview at Merlion and Water Taxy to Clarke Quay

Setelah menukar refund di Harbour Front, kita akhirnya makan di Vivo City (another mall!). Di foodcourtnya sudah dipisahkan antara makanan yang halal dan yang tidak bagi kaum muslim, jadi ga usah bingung cari-cari lagi.

Kebetulan di Vivo city juga ada sale dan tanpa babibu lagi si Anda belanja (dasar jiwa hedon, hahaa). Saat di Bugis Junction, Anda belanja tas dengan credit card, jadi sisa uang cash nya paling banyak di antara kita. Dan karena itu juga kita bertiga (saya, Ninda, dan Johan) memutuskan secara sepihak kalo Anda yang harus bayar taksi ke Airport Changi hari selasa paginya *applause*.

Back to our trip. Kita masih punya waktu sampai tengah malam untuk berjalan-jalan. Dikarenakan budget terbatas, akhirnya kita meng-cancel Sentosa Island dan memilih ke Mustafa Centre di Little India (yang ternyata cuma beda 1 blok dan masih sejalan dengan hostel tempat kita nginep). Di Mustafa Centre, Ninda yang ngakunya bokek mendadak beli tiga parfum dan beberapa body spray (4 buah sih kalo ga salah :D). Dan yang lain juga beli barang-barang murah disana.

Setelah mendarat kembali ke hostel, kali ini saya dan yang lain memilih untuk ga tidur (karena pas balik ke hostel ternyata uda jam 2 pagi!). Kita putusin untuk istirahat dan bergiliran merapikan bawaan masing-masing. Rencananya kita akan kembali ke KL (hanya untuk transit) dengan pesawat Jet Star yang paling pagi yaitu 7.20 dan harus ada di Changi Airport untuk check in sekitar jam 6 pagi, sebelum akhirnya lanjut lagi dengan Air Asia dari LCCT KL menuju Soekarno-Hatta.

(Selasa) Hari terakhir! *sedih*

Selasa adalah hari yang paling melelahkan, karena dalam waktu kurang dari 8 jam kita harus mengalami 2 kali penerbangan dan transit ke 3 bandara sebelum akhirnya mendarat kembali di Bandara Soetta jam 2 siang. Perjalanan pulang juga berasa agak lama (padahal sepanjang penerbangan tidur pules :D) dan penuh usaha karena setelah sampai di bandara kita harus mengambil bagasi terlebih dulu dengan kaki yang rasanya uda minta dibawa ke tukang pijet refleksi.

Dan akhirnya selesai juga kronologis Gerakan 10 Ribu Langkah KL-Singapore. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa hilir-mudik lagi ke tempat wisata lainnya, baik domestic maupun luar negeri, amien! :D

A few notes:

  • Next, kalo seandainya terwujud wisata ke India, saya harus bawa Ninda. Kenapa? Sepanjang perjalanan, doi udah kayak magnet buat kaum India di KL dan Sg, bahkan sempet dipanggil “Hey canteekk, email dong canteeekk!” sama orang India setempat :p  Kan lumayan banget bisa dikasi diskon kalo belanja bareng Ninda! *temen macem apa ini* :D
  • Saya lupa nama Hostel tempat kita nginep di Sg! meskipun begitu sebenernya hostel itu ga begitu recommended karena kamarnya yang kurang nyaman, cuma 2×2,5 m untuk berempat! kebayang dong ya gimana kita berempat susah gerak di dalamnya. Nilai baiknya hanya ada di fasilitas toiletnya yang bersih (lebih bersih dari hostel yang di KL). Berikut rekomendasi hostel backpacker lain yang awalnya kita incer tapi gagal karena fully booked :( : The Hive
  • Transportasi yang sangat nyaman dan tertata dengan tepat (bersih pula dari vandalisme!) adalah yang paling gw kagumin dari keseluruhan. Apalagi di Singapore yang hampir setiap stasiun MRT-nya terhubung ke Mall sehingga memudahkan turis dalam mencarinya. Macet adalah hal yang ga pernah terlihat sepanjang kita liburan disana.
  • Liburan ke negeri orang adalah saat yang pas buat praktek bahasa asing. Berinteraksi dengan penjual souvenir ataupun pelayan restoran bisa menjadi sarana yang tepat buat latihan, hehee.. walaupun sebenarnya kita ga terlalu khawatir tentang bahasa karena di KL dan Sing bahasanya masih campur antara Melayu, Inggris, dan Mandarin.
  • masih kebayang sama mie-nyaaa.. T_T

    Ada satu warung makanan di dekat hostel tempat kita nginep yang jual mie ikan (seafood lebih tepatnya) yang enaknya mantap kata Anda. Semua udah nyicipin mie itu kecuali saya. Sampai hari ini pun masih kebayang-bayang. Berhubung kita hilir-mudik disana pas banget  di bulan puasa, jadinya cuma bisa wisata daerah aja, minus wisata kuliner :(

  • Udah dua tahun berturut-turut setiap tanggal 17 Agustus saya ga merayakan di rumah. Tahun ini di Singapore dan KL, sedangkan tahun lalu saya ngerayain hari Kemerdekaan di Pulau Karimun Jawa (sampai sekarang belum juga share di blog tentang perjalanan wisatanya, maap ya!)
  • Saat transit di Airport LCCT KL, saya ketemu temen main yang abis jengukin pacarnya yang kuliah di Kuala Lumpur. Dan gara-gara ulah tengilnya minta photo bareng (pake handycam!) di tengah-tengah otw naik pesawat, kita dikasih sirene plus di priwitin sama petugas Airport. Untung aja dapet photonya :p
  • Beberapa photo di postingan ini juga masih courtesy of Andarina Sembiring. Some of them are being edited by me. Oia, postingan Anda tentang perjalanan di Singapore juga bisa dilihat di sini :)
  • Selain bawa pulang oleh-oleh betis bekonde dan kaki yang bengkak (serius, di samping mata kaki saya sampe ada benjolnya dan mesti dipijet refleksi baru mendingan :( ), saya juga beli beberapa benda buat kenang-kenangan (termasuk sepatu boots yang bikin budget makan saya berkurang *sigh*), here they are :

And it’s a wrap. Thanks  for reading, kinda long isn’t it? Hahaa..

Wish u guys have a great vacation too :) :) :) ,

Cheers, -Dhika-

Gerakan 10 Ribu Langkah KuaLa Lumpur-Singapore

Part 1 – Kuala Lumpur


Suasananya hiruk pikuk. Orang-orang lalu lalang sibuk sendiri dengan keperluannya, atm antri, dan ga jarang juga saya liat penjaga bergantian ditanya oleh para calon petualang yang masih awam dengan tata cara check in di bandara. Bandara? Yak betul, akhirnya saya dapet kesempatan untuk libur! A weekend getaway actually, hehee.. Berhubung selasa libur, jadilah saya ambil cuti hari kejepit nasional (baca: senin nanggung). And voila! Here I am, siap hilir mudik di negeri orang dgn minim pengalaman (tapi pede gilak!). Untungnya saya ga sendiri, ada 3 orang petualang muda lainnya yg siap menemani :D Anda, Ninda, dan satu-satunya laki-laki diantara kita (yang harus siap juga menerima segala tingkah polah aneh kita, team cewek rempong), Johan.

Semua berawal dari tiket promo Air Asia ke KL. Rencana awal adalah pergi ke Pulau Tioman, karena saya dan yang lain doyan banget ngeliat pantai, liat basah-basah dikit langsung pengen nyebur aja :P  Tapi ternyata rencana awal gagal karena budget yang minimalis (gagal nabung, hahaa..) dan entah karena terlalu jenius, kita baru sadar seminggu setelah beli tiket kalo hari yang dipilih itu pas bulan puasa, alhasil dari pada batal tiap hari gara-gara nyemplung ke air mulu, pindah haluanlah rutenya jadi trip ke KL dan Singapore. But it’s fine, selama judulnya liburan, hehee..

Check in di Bandara Soetta!

Back to the airport! Udah lama banget ga naik pesawat bikin saya agak-agak gugup gimana gitu karena uda lama ga keluar dari pulau Jawa. Dan rasa gugup itu berubah jadi mules pas saya tahu kita salah terminal! dan mesti lari-lari ngejar shuttle bus padahal uda mesti check in sejam sebelum keberangkatan (baca: panik!). Untungnya walaupun pas nyampe terminal 2D harus ngantri, kita masih belum telat untuk check in, dan ini pertama kalinya paspor saya di cap, yeaay! *norak yee* karena terakhir kali ke luar negeri saya masih nebeng paspornya orangtua :P

Pesawat take off jam 19.30 wib, setengah jam telat dari jadwal keberangkatan. Perut saya pun mulai konser karena kita semua belum ada yang makan malam, dan saya pribadi ga bisa tidur di pesawat kalo perut masih kosong *alesan* :D  Akhirnya mau ga mau kita order makanan di pesawat yang harganya jauh lebih mahal dengan porsi minimalis. Kenapa minimalis? Karena si Anda sampe ngabisin 3 porsi makanan malam itu padahal harga per porsinya sekitar Rp 27 ribu (belum sama minumnya). Belum mendarat di negeri orang, budget uda bengkak duluan buat makan malem, ahahaa..

Kita sampai di bandara LCCT KL jam 23.00 waktu Malaysia (yang berarti jam 22.00 wib karena antara Indonesia dengan Malaysia cuma beda 1 jam). Urusan di imigrasi menyita waktu hampir setengah jam dan selain itu kita juga harus membeli tiket shuttle bus + tiket KLIA transit (seharga 12,5 RM) menuju ke KL stessen (sebutan utk stasiun Kereta Api di Malaysia). Sayangnya ketika sampai di stessen KL, KL express terakhir yang harusnya kita naiki menuju ke arah hostel tempat kita menginap di KL sudah berangkat dan kita terpaksa naik taksi yang harganya jauh lebih mahal, hampir Rp 60 ribu (20 RM) dengan jarak tempuh yang relatif dekat (apa karena ga macet juga ya makanya berasa dekat?) :P

Tiba di Bandara LCCT Kuala Lumpur

Penginapan tempat kita menginap namanya The Travel Hub Hostel, di daerah Chinatown dekat dengan Petailing street. Kita dapat kamar jenis dorm tapi yang private, alias cuma utk 4 orang. Harga kamarnya relatif tergantung pilihan jenis kamarnya, tapi yang kita booked harganya Rp 300 ribu (ini dibagi berempat lho :D ). Penghuni hostel yang lainnya ramah-ramah dan dominan bule. Empunya hostel pun ga kalah baiknya, cuma toiletnya aja yang mesti agak ditingkatkan kebersihannya *tetep ya saya protes*. Oia, saya sama Ninda akhirnya beli McD untuk bekal sahur, karena takut gada resto yang buka lagi dan memang badan sudah harus diistirahatkan malam itu, capek cyinn!:D

Hari kedua (sabtu), bangun dengan semangat ’45! Jadwal kita padat merayap karena Sabtu ini kita mesti ngiterin objek-objek wisata utama di Malaysia. Pertama kita jalan ke Petailing street yang memang ga begitu jauh dari hostel. Di sini harga-harga cukup bersahabat asal pinter nawar.

Perhiasan bermerek di Petailing Street (tapi gatau deh kw berapa :p)

Suasananya kalo di Jakarta mirip dengan pasar baru atau daerah sekitaran mangga dua. Saya menahan diri untuk ga belanja, karena ini masih pagi dan perjalanan masih panjang, takut kalap dan berujung bokek nantinya. Setelah melewati Petailing street kita berjalan-jalan keliling daerah di sekitar (yang masih bisa jalan kaki tentunya), sempat melihat Merdeka Square, Masjid Jamek Raja Tun Uda, dan ga lupa photo-photo di sepanjang jalan. Pemandangannya agak unik karena bersatunya gedung-gedung tua dengan gedung bertingkat yang modern. Apalagi sebutan rambu dan nama jalan yang untuk orang Indonesia bisa bikin cengar-cengir sendiri #nooffense :)

coba perhatikan tulisan di rambunyaaa…

Perjalanan berlanjut ke Central Market KL. Di sini akhirnya saya merogoh kocek juga untuk membeli pernak-pernik kalung dan gelang sekaligus oleh-oleh (iya, walau budget minim, tetep inget yang di Jakarta kok :P). Di central market ini juga jangan lupa nawar lho, walaupun tempatnya ber-AC tapi penjaga tokonya cukup ramah dan banyak juga turis yang mampir kesini. Sebelum lanjut ke Petronas, kita juga istirahat sebentar di foodcourt-nya  karena Anda dan Johan yang ga puasa butuh asupan buat ngelanjutin perjalanan.

Selalu ada momen pertama, dan ini pertama kalinya saya naik MRT *applause*. Tiket MRT harganya sekitar 1-2 RM untuk sekali perjalanan. Dan tujuan kita adalah KLCC, menuju si Menara Kembar Petronas yang jadi objek photo wajib kalo dateng ke KL. Usaha untuk photo disana agak rempong karena kita ga punya kamera LSR (kita berwisata cuma bermodal kamera hp, agak sedih tapi tetep aja yee eksis photo dimana-mana).

karena gada kamera LSR, ini adalah photo yang paling susah buat diambil! usahanya totalitas!!

Oia, kita sempet mampir juga ke outlet VNC di KLCC yang crowd nya uda bisa ditebak: “rame kayak pasar”. Entah kenapa, saya ngerasa kalo isi toko VNC penuh orang Indonesia karena beberapa kali denger mereka ngobrol dengan logat yang familiar di telinga.

crowd-nya ga nahan (-_-‘!)

Setelah berkunjung ke Menara Petronas, sempet bingung mau ke mana awalnya, tapi akhirnya diputuskan kalo kita bakal lanjut ke KL tower, dan tentu saja dengan berjalan kaki. Selain naik MRT, kaki adalah medium transportasi utama kemana-mana, ga heran untuk perjalanan wisata kali ini kita namakan “Gerakan 10 ribu langkah KL – Singapore”.

walk, walk, and walk!! :D

Sebelum sampai ke KL Tower, kita sempet mampir sebentar untuk selonjorin kaki (dan nyari wi-fi gratis! #gamodal) ke salah satu cafe dekat Sheraton hotel Malaysia, dan disana saya dapet berita yang bikin kayak disamber petir! (#lebay) yaitu waktu buka puasa di Malaysia adalah jam 19.40! Padahal hari itu kita uda mulai puasa sejak jam 3 waktu Indonesia (nasib ya nasib).

Belum nyampe area KL Tower uda photo duluan :D

Sampai di gerbang bawah KL Tower kita harus naik shuttle car ke area KL Tower-nya (disini saya lupa kita harus bayar ato engga, tapi kalopun bayar harganya ga akan lebih dari 5 RM per orangnya). Meskipun begitu kita ga naik ke towernya, padahal kata Johan di tower paling atas kita bisa melihat seluruh KL pake teropong yang mirip kayak di film Home Alone 2. Endingnya kita buka puasa di area foodcourt KL tower dan dikasi tambahan makanan gratis oleh penjaga booth makanan tempat kita beli makan minum utk berbuka puasa. Oia, di area KL Tower juga banyak booth untuk beli souvenir yang terkait dengan objek wisata Malaysia, dan untungnya kita menemukan satu toko yang harga barangnya bersahabat. Harga souvenirnya mulai dari 3 RM dan barang-barangnya juga cukup bervariasi.

KuaLa Lumpur Tower adalah objek wisata terakhir yang dikunjungi, saya dan yang lainnya harus kembali ke hostel mengambil barang kemudian melanjutkan perjalanan ke Berjaya Times Square untuk naik bus ke Singapore. Kita naik bus double deck (yeaayy!!), dan ini bikin saya tambah semangat, jadi walapun cuma istirahat sebentar di hostel dan harus disambut gerimis saat berjalan ke arah stessen Monorail (horraayy naik Monorail utk yg pertama kalinya juga! :P) kita berempat tetep hajar bleh aja, hahaa..

Photo taken by teman perjalanan dadakan kita, sang pria India :)

Oia! Selama perjalanan ke Singapore, kita dapet satu tambahan teman perjalanan, seorang pria India yang mau ke Singapore untuk urusan bisnis. Sampe saat ini namanya masih misteri karena dengan oon-nya gada dari kita berempat yang inget namanya siapa pas pertama kali kenalan (parah -_-‘ ).

Sampe di berjaya times square sempet beli pizza dulu di Papa John’s Pizza (ini juga masih misteri, apa si Papa John’s Malaysia sama Papa Ron’s Indonesia punya hubungan sodara apa engga :p ). Tapi pelayan-pelayan restonya baik banget, kita dikasi minuman gratis dan gw dianter ke toilet mall (lewat jalan belakang) padahal uda ga boleh masuk mall lagi karena uda hampir jam 11 dan semua mall memang udah seharusnya tutup jam segitu. Sehari di Malaysia cukup untuk menjelajahi Kuala Lumpur, next kalo main ke Malaysia pengennya sih bener-bener ke Pulau Tioman, mampir di kota bersejarah Melaka, dan main air di pantai Langkawi. Untuk sementara waktu, saya nikmatin aja perjalanan dari KL ke Singapore dengan bus double deck yang super comfy. Jadwal keberangkatan bus-nya itu sebenernya 22.45 (waktu Malaysia) tapi ternyata baru benar-benar berangkat jam 23.00 Jadi kita sempet deh buat norak photo-photo dulu di dalem bus-nya! *senyum sumringah*

The double deck bus, super comfy!

Seat-nya lebih empuk dengan penahan kaki (jadinya bisa selonjoran deh :P) dan ada mesin pemijat attached di dalam kursinya, tinggal klik tombol dan selamat tidur sampe di tujuan.  Btw, armada bus double deck yang kita naikin ini namanya Starmart. Informasi seputar harga dan waktu keberangkatan bisa dilihat di sini. Sebenernya masih banyak armada bus lainnya, tapi kebetulan yang masih terjangkau harganya dengan kualitas pelayanan OK ya Starmart ini, hehee..

(to be continued to part 2 – Singapore)

note:

Sebagian besar photo di postingan ini adalah milik teman saya, Andarina Sembiring. Cerita perjalanan wisata KL-Singapore kami miliknya bisa dilihat di sini, enjoy!

ps:  i had so much fun! <3<3