Nulis Dong, Jon!

Kalau ditanya satu hal yang ingin saya lakukan dan sudah berjanji berkali-kali (sama diri sendiri) adalah mulai rajin menulis. Bukan untuk pamer tentang segala hal yang saya alami ataupun sekedar gaya-gayaan di era digital sekarang, tapi itikad untuk bisa mengeluarkan semua yang mungkin gak bisa diucapkan lewat mulut saya yang bawel ini.

Hidup jauh dari keluarga sudah pernah saya alami dulu waktu kuliah, jadi waktu Juli tahun lalu mulai ditugaskan kantor merantau nun jauh di Balikpapan, saya lebih terbantu dalam cara beradaptasi. Tapi yang paling sulit itu mengusir sepi dan mengayomi kerinduan yang gencar sekali datang di akhir pekan. Mendapatkan teman sangat mudah dengan bersikap baik dan rajin tersenyum, tapi sahabat baik? sulit sekali. Since I’m the newcomer, I’m the one who have to adjust with the rest. And I don’t mind, it’s called compromise. But lately, i really miss my friends back in Jakarta and Bandung, a lot.

Sang pacar menyarankan, “kenapa gak nulis aja?” karena saya gak bisa selalu online dan ngobrol sama mereka semua, mungkin lewat menulis bisa sedikit membantu. Soooooo… here i am, writing this. Tapi kali ini saya gak mau berjanji lagi, karena akan ada saatnya ketika hati ingin berbagi maka jemari ini dengan sendirinya akan lincah menari.

Advertisements

Letter To You

Dear annoying thoughts,

Last night made me think deeply about some things, and come to conclusion that you never know how strong you are until being strong is the only choice you have..

Yes, due to my teenage disability in many things. It has taught me to be strong and keep struggling for things that i want to achieve (in a good way of course) and also keep my mind open for new opportunities in future.

So, let me say it now. No more again depending my self to others. No more following other people’s definition of happiness. I choose to be HAPPY, in my own definition, no matter what!

I’m going to end this insomnia and all those melodramatic feelings.

Case closed.

ww

Sincerely,

Dhika

Berawal di Januari

Tahun 2010 dimulai dengan sangat baik ternyata, gimana enggak, i spent it with my besties and beloved at one of beautiful spot (red: beach) near by Ujung Kulon :’)  Niatnya mau ke Ujung Kulon sekalian, tapi gak jadi karena waktu yang singkat dan ke Ujung Kulon mesti nyebrang juga ternyata (saya baru tau kalau yang ini) jadi mesti ada persiapan dana lebih alias ongkos boat-nya, hehee..

Kalau ditanya banyak rencana taun ini, jelas iya, tapi kayaknya gak mau muluk-muluk. Karir yang lebih baik sudah pasti, hmm..sekolah lagi? we’ll see about that. Tapi yang jelas di tahun ini saya ingin mengurangi untuk mengeluh, setiap orang pasti ngerasa sesuatu ada yang kurang sama dirinya, dan jujur saya kadang merasa jauh dari orang lain. Jadi salah satu resolusi saya di tahun ini adalah belajar menerima diri saya lebih baik lagi, apa yang ada lebih disyukuri, termasuk menerima kalo saya ga bisa lebih dari tinggi dari sekarang dan ikhlas melepas impian buat jadi pramugari, hahaaa.. sahabat-sahabat  saya pasti tertawa lepas dan setuju mutlak buat yang terakhir tadi (karena mereka pasti bosen setengah mati denger saya teriak-teriak kepingin jadi pramugari dari dulu).

I really should thank to my dear friend, Ertina Priska Erlayas, ketika secara gak sengaja saya baca shout out-nya yang sederhana -tetapi untuk saya sangat menginspirasi- :

“People think the grass is greener on the other side. Not to me, i can make the grass whatever color i wanted it to be” :’)

Iya, mungkin rumput orang lain lebih hijau, tapi siapa bilang warna saya mesti hijau? I can make my own color! I make my own future. Dan gak harus sama seperti orang lain, toh jalan menuju kesuksesan orang beda-beda. Itu harus selalu, selalu, dan selalu saya ingat biar gak gampang ngeluh dan ngoyo.

So for this January, let’s start it with the Swedish Proverb that I liked very much, “Fear less, hope more; whine less, breathe more; hate less, love more, and all good things are yours.”

Happy New Year Fellaz ;)