Musim Semi di Eropa

Setiap melihat foto-foto perjalanan hasil Eurotrip Mei lalu, saya selalu terpikir satu hal, jika kita punya keinginan kuat, selalu camkan di kepala dan yakinkan di hati bahwa itu akan terwujud.

Saya hampir tidak percaya tahun ini bisa menjejakkan kaki di benua Eropa. Selain dengan biaya sendiri hasil jerih payah bekerja, juga dengan penuh perjuangan mendapatkan visa dan jatah cuti yang tersisa. Tahun lalu saya berpikir, “Ah, mumpung Petty lagi di Manchester kayaknya seru kalau bisa ke UK sebelum dia lulus” Dan itu saya tekankan di benak saya berulangkali. Ohya, Petty ini sahabat saya sejak kuliah. Tahun 2013, dia memutuskan untuk cuti bekerja dan melanjutkan pendidikan S2 di Manchester. Awal Januari saya mendapat lampu hijau dari Petty untuk berkunjung ke Manchester, namun rencana yang semula hanya berkunjung ke UK akhirnya berubah ketika Petty bilang bahwa “Gimana kalau Eurotrip sekalian? Aku juga sekalian ada temen yang mau ke Europe bulan Mei..” Dan saya cuma butuh 5 detik untuk bilang iya. Anaknya mudah banget terhasut kalau soal jalan-jalan, hahaa..

Tim pelancong yang tadinya digaungi oleh saya, Petty, dan Jono (sahabat Petty), akhirnya lengkap dengan Chania, sahabat baik saya di kantor. Kebetulan Chania memang sedang mencari partner ke Europe, dan ketika saya ajak, dia pun langsung menyambut dengan semangat. Di Eropa kami mengunjungi 6 kota : Roma (Italia), Paris (Perancis), London, Manchester, dan Liverpool (United Kingdom). Sedikit sekali ya untuk ukuran 16 hari disana? Tapi memang sudah direncanakan dari awal. Berbeda dengan tour dan travel yang setiap harinya dipadatkan dengan berbagai agenda, kami memang tidak ingin menghabiskan waktu terburu-buru. Tipikal yang senang menghabiskan waktu untuk sekedar ngopi-ngopi santai di cafe sambil ngobrol dan menjelajahi daerah yang kami datangi sampai puas.

TICKET, CUTI, DAN VISA

Saya PP menggunakan Qatar Airways, dan karena rutenya multicity (mendarat di Roma, Italy dan pulang dari Manchester, UK) jadi ongkos pesawatnya lumayan mahal Rp 13,9 juta (walaupun sebenarnya beberapa teman bilang kalau itu harga yang cukup ekonomis dengan rute multicity). Sebelum membeli ticket saya pastikan dulu ke atasan bahwa saya diizinkan mengambil cuti yang lama (2 minggu), karena sekali membeli tidak ada jalan untuk kembali. Saya pantang menyerah, harus berangkat pokoknya ;))

Momen perjuangan justru datang ketika harus mengurus visa, karena mengharuskan saya bolak-balik Balikpapan-Jakarta untuk datang ke kantor perwakilan pengurusan visa Schengen dan UK. Mengurus visa Schengen dan UK tidak dapat diwakili karena ada tahapan dimana kita diambil data biometrik, jadi sebaiknya diurus sendiri karena menggunakan travel/perantara justru menambah pengeluaran, sayang kan padahal budget-nya bisa digunakan untuk yang lain. Daftar persyaratan pun lengkap tersedia di situs lembaga pengurusan visa VFS Global jadi memudahkan untuk orang awam yang baru pertama kali mengurus visa seperti saya.

Visa yang bikin saya degdegan adalah visa UK, karena setelah diambil semua dokumen dan tes biometrik saya harus menunggu semua dokumen diverifikasi oleh lembaga pengurusan visa UK di Thailand. Keseluruhan proses memakan waktu paling cepat 3 minggu. Alhamdulillah visa saya jadi tepat 2 minggu sebelum keberangkatan. Untuk visa Schengen bahkan sudah saya terima sebelum memasukkan aplikasi visa UK. Ohya, saya apply visa Schengen melalui negara Italia dan pengurusannya hanya 1 minggu. Sedikit tips dari petugas perwakilan VFS Global Indonesia, sebaiknya masukkan aplikasi ke negara yang paling lama kita tinggali disana, karena misalkan saya pertama kali mendarat di Roma, tapi lebih lama di Paris, akan lebih besar kesempatan persetujuan visa apabila apply visa melalui kedutaan Perancis. Tidak selalu harus membuat visa di negara yang pertama kali kita datangi.

ANGIN MUSIM SEMI

Saat saya disana bersamaan dengan penghujung musim semi di kebanyakan negara Eropa. Bulan Mei, dimana banyak bunga bermekaran dan suhu sudah mulai bersahabat (katanya). Memang tidak terlalu dingin, dan ada hari-hari dimana matahari sinarnya sangat terik, tapi saya tidak pernah keluar hanya dengan berbalut kaos atau 1 lapis sweater, karena anginnya masih berhembus kencang. Bahkan ada saat-saat dimana rasanya seakan-akan menusuk sampai ke tulang. Jadi pastikan selalu membawa coat atau jacket yang tahan angin/windbreaker, terutama yang berbahan luar parasut karena seringkali gerimis dan sesekali hujan lebat. Saya juga membawa payung kecil yang bisa dimasukkan kedalam tas untuk lebih berjaga-jaga.

JAJANAN FAVORIT

Tentu saja untuk saya pemenangnya GELATO! Dalam 1 hari saya bisa mampir 3x ke tempat penjaja Gelato. Teksturnya lembut dengan variasi pilihan rasa, ukurannya besar, tidak membuat batuk, dan harganya lebih bersahabat dari Baskin Robbins atau Haagen Dazs. Di Indonesia juga ada Gelato, tapi saya merasakan ada sedikit perbedaan di tekstur dan banyak perbedaan di harga, hahaa.. 

Vatican Museum

Beautiful stairs at Vatican Museum

with Petty <3

with Petty <3

all team at Versailles Palace

all team at Versailles Palace

Pantheon, Rome Italy

Pantheon, Rome Italy

Untuk postingan tentang perjalanan di masing-masing negara menyusul di lain kesempatan, Ciao Bella! :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s