Our First Trip!

Pacar saya pernah bilang, “ingatan kamu menakutkan!” Gara-gara saya bisa ingat hal-hal kecil yang biasanya terlupakan. Tapi kalau traveling bareng sama dia rasanya itu hal yang memang sulit dilupakan, dan saya rasa itu berlaku vice versa untuk kami berdua *pede* :D

Adalah trip pertama kami berdua, saya dan @farhansv, keluar negeri bareng. Tujuannya mampir ke negeri sebelah, Singapura. Seumur-umur pacaran hampir 4 tahun, baru sekali itulah kita trip bareng keluar negeri, keluar kepulauan Jawa yang pertama kali juga malahan. Kasian sama kita? No need to, selalu ada yang pertama kali untuk sesuatu :)  Dan kalau baru jadian beberapa bulan trus kita pergi keluar negeri bareng, rasanya abis pulang kita bisa langsung bubaran karena belum kenal sifat masing-masing.

Di setiap perjalanan biasanya saya browsing di tempat destinasi ada objek apa aja yang bisa diliat dan diskusi sama partner perjalanan. Dan biasanya juga saya lebih galak sama teman kalau dia bilang, “kita ngobrolinnya nanti ya” atau “duh, gw bingung nih mutusin kemana aja tujuannya” tapi berhubung sama pacar (yang entah kenapa tingkat toleran saya luar biasa kalau sama dia) jadi saya santai, ibaratnya pake istilah “go with the flow aja”, hahaa.. (but next time kalau kita trip bareng keluar negeri lagi, perangai galak itu rasanya perlu). Akhirnya diskusi itinerary baru dilakukan seminggu sebelum perjalanan, itu pun memangkas waktu luang yang harusnya @farhansv gunakan buat ngerjain sidejob-nya. Hati saya gak tenang waktu hitungan jam sebelum keberangkatan kami, dollar belum ditukar. Sepele memang masalah tukar uang, tapi yah entah kenapa merasa ribet sendiri kalau harus tukar disana, belum lagi kalau ternyata kursnya jauh lebih mahal dan memangkas budget liburan kami. Untungnya masalah itu terselesaikan di awal perjalanan (kok cuma di awal selesainya? We’ll continue ’bout that later :D)

Sampai di Soetta semuanya lancar terkendali, bahkan kita sempat dapat wejangan dan doa dari supir taksi yang mengantar, hahaa.. Tapi kepercayaan diri saya seperti meluntur waktu sampai di Changi, saat harus beli simcard lokal. Mendadak logat Singlish yang diucapkan frontliners-nya bikin saya grogi, sampai akhirnya harus diulang beberapa kali baru saya paham, dan sempat terjadi salah pengertian hingga saya akhirnya beli simcard dengan harga yang lebih mahal. Dari situ saya jadi agak takut membuka obrolan dengan orang asing, bahkan dengan sesama penghuni hostel yang kami tempati. Saya jadi lebih banyak tersenyum dan menyibukkan diri sendiri.

Selama trip berlangsung, kami membagi perjalanan 3 hari itu menjadi 3 tema, hari pertama adalah hari berbudaya (pergi ke museum, jalan-jalan di kota dan taman, serta melihat festival pertunjukan seni di Esplanade). Hari kedua, hari bermain! (seharian dihabiskan di Universal Studios Singapore dan ditutup dengan santai malam hari di Clarke Quay), dan hari ketiga kami sepakati sebagai hari belanja (sudah diniatkan di awal kami akan beli titipan dan oleh-oleh di hari ini). Sebenarnya tema-tema ini keputusan saya sepihak yang disetujui oleh @farhansv (karena sayang sepertinya *lalalalaaa*).

Ceritanya kembar gitu jamnya :p

Boleh dibilang kami traveling di saat yang pas, karena di Singapura sedang diadakan Huayi Festival menyambut datangnya Tahun Baru Cina, dan beberapa atraksi atau pertunjukan seni diadakan di Esplanade, tidak begitu jauh dari hostel kami, sekitar 15-25 menit perjalanan. Di National Museum of Singapore juga sedang diadakan open house sehingga kami bisa gratis masuk ke setiap area. Kami pun terbantu dengan lokasi hostel yang strategis (Hongkong st.) dekat dengan tempat makan yang murah, halte bus, MRT station, mall (Center Point), hang out places/tempat nongkrong (clarke quay), dan semuanya itu bisa ditempuh dengan jalan kaki, awesome! Oia, ditambah juga dengan keramahan dan pelayanan yang baik dari hostel tempat kami menginap, River City Inn. A whole great package.

Kisruh diantara kami justru datang dari hal yang sepele (like I told you before, it’s only the beginning). Saya yang gak ahli dalam hal potret-memotret seringkali bikin dongkol pacar yang justru kebalikannya andal dan tahu momen yang pas menangkap gambar. Tentu saja ini membuat stock photo saya jauh lebih banyak dari dia, hehee.. Saya yang di awal sempat grogi, akhirnya jadi ngintil kemana @farhansv pergi, padahal sebenarnya dia gak mempermasalahkan kalau saya mau pergi mencari hal-hal menarik lain. Panik karena ternyata harus ambil duit tambahan dan tukar uang tapi ATM yang sesuai sulit ditemui, sampai jadwal pesawat yang ternyata beda dari info awal membuat rute mencari barang titipan yang sudah direncanakan dari awal jadi berantakan, merubah mood perjalanan hari terakhir jadi suram. Kisruh pun semakin lengkap dengan cuaca yang kurang mendukung. Yes, selama 3 hari disana, hujan sangat akrab menghiasi perjalanan, bahkan disaat kami wara-wiri di Universal Studios Singapore.

Tapi yang menarik adalah entah kenapa saat sudah di pesawat kembali menuju Jakarta dan mengingat tempat apa saja yang berhasil kami datangi dan pengalaman apa yang kami dapatkan, saya justru merasa senang, sempat senyum-senyum sendiri malahan, hahaa.. Dan setelah suasana kembali tenang, kami bicara dan mengungkapkan ganjalan di hati masing-masing, apa yang kurang dan harus diperbaiki untuk trip selanjutnya (semoga @farhansv masih mau jadi partner trip saya :D). Dia bisa jadi sangat demanding, tapi saya lebih suka dia yang jujur mau ini-itu, mau kesini-kesitu, daripada dia yang cenderung ‘nrimo’ dan bilang terserah mau pergi kemana, karena ujung-ujungnya bakal clueless dan jalan di tempat. Masing-masing pasangan punya cara tersendiri untuk problem solving. Mendewasakan diri ga? Yam..tentu saja :)
Anyways, there are some points taken :

  1. Kalau pacar bilang dia sibuk, sangat disarankan buat itinerary sendiri dulu lengkap dengan perkiraan budgetnya, jadi diskusi bisa lebih praktis by email, walaupun saya pribadi lebih suka ngobrol biar lebih jelas. Oia! Jangan lupa sharing semua file yang harus di print, jadi ada cadangan, just incase :)
  2. Biasakan lebih dalam menukar dollar/valuta asing lainnya dan jangan mepet juga nukarnya  *selfnote*
  3. Partner perjalanan adalah tempat berbagi, tempat curhat, orang yang kita percayai, jadi harus lebih jujur dan terbuka. Kalau gak suka tentang suatu hal ya bilang, kalau takut atau grogi juga bilang aja. Gak akan dihukum (apalagi sama pacar sendiri), justru bakal dibantu. Di kasus takut naik rollercoaster contohnya, walaupun jantung kayak mau copot, seengganya saya udah pernah nyoba, bisa cerita ke anak cucu, “nenek dulu walaupun penakut tapi berhasil naik rollercoaster yang mengerikan lho, cu, kamu juga harus berani dong!”. Lagian kalau dipikir-pikir, sayang juga sudah jauh-jauh ke USS tapi gak naik salah satu wahana andalannya. Thanks to @farhansv:)

    Human Battle Galactica! Butuh setengah hari membujuk saya naik wahana itu, hehee..

  4. Kalau @farhansv susah bangun pagi, dia merelakan kepalanya digetok atau badannya dicubit, apapun asal bisa dibangunin! *anotherselfnote*
  5. Double check jadwal pesawat pergi-pulang, jadi risiko rally ngejar pesawat bisa dikurangi bahkan ditiadakan. Ini penting banget, karena sudah 2x saya punya pengalaman harus rally ngejar pesawat. Kali ini lebih luar biasa deg-degannya gara-gara ditambah sama momen lari-lari di Changi dengan celana kedodoran karena lupa pake ikat pinggang :D
  6. Ternyata saya gak petabuta! Walaupun mungkin gak andal, tapi bisa baca peta dan inget rute-rute MRT sangat membantu partner kita, apalagi kalau dia tiba-tiba hilang arah karena panik, hihii..
  7. Hari kesukaan saya itu: hari kedua! Mungkin karena baru pertama kali ke USS jadi ada debar penasaran gitu *duileee* dan banyak photo serta video yang bagus di hari itu. Sayangnya, semua photo di iPhone @farhansv hilang karena gak sengaja ke-restore saat ganti setting. Sampai sekarang kami masih berduka kalau inget-inget hal itu, beneran.
  8. Hmm..saya harap sang pacar gak kapok pergi liburan keluar negeri bareng saya lagi, karena saya engga. I would love to go traveling around the world with him. *langsungliatjadwalliburkantor* :D
  9. Bisa dilihat juga tulisan @farhansv tentang trip kami disini dan foto-fotonya disini

i want all those chocolate and candies, dear God please forgive me! hahaa

Last but not least,
For all couples, I hope you guys enjoy your traveling time together, bye! :)
Advertisements

6 thoughts on “Our First Trip!

  1. Nah, tuh han..
    Jangan demanding!!
    Gimane sih situ, bukannya ngerencanain malah ngerjain side job!
    Dicariin sama Bunda-Bunda tuh..
    Kehilangan Ayah-nya mereka..
    *maaf ya Ayu, roaming*

    Nice posting..
    Boleh dong diganggu traveling berduanya a.k.a join ikutan traveling bareng. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s