Gerakan 10 Ribu Langkah KuaLa Lumpur-Singapore (Part 2)

Part 2 – Singapore


“Bangun hayo bangun, semuanya turun dari bus!” Mendadak seruan itu bikin semua penumpang bus double deck yang saya naiki terhentak dari kursinya masing-masing. Dengan wajah setengah sadar dan rambut awut-awutan, perlahan semua penumpang turun sambil membawa paspornya masing-masing. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi waktu Singapore. Dengan terkantuk-kantuk kita semua baris antri untuk di cek paspornya di perhentian imigrasi Singapore. Sempet khawatir karena Johan dipanggil ke dalam ruangan untuk pemeriksaan lebih detail, tapi untungnya dia diperbolehkan keluar setelah kroscek beberapa hal mengenai paspornya. Finally sampai juga team rempong ini di Sg setelah makan waktu 5 jam perjalanan dengan bus double deck Starmart. Sebenernya sih perjalanannya ga berasa karena kita tidur, tapi lelah akibat jalan seharian baru terasa besoknya dan waktu juga masih terlalu pagi untuk check in ke hostel tempat kita nginep di Sg. Walhasil, kita stop di McD yang katanya ga jauh dari hostel.

Setelah sejam istirahat di McD, akhirnya kita mutusin untuk pindah ke hostel dan mengiyakan untuk bayar extra charge SGD 5  karena check in lebih awal. Tapi dasar ga rejeki, ternyata pas kita berhasil nemuin hostelnya kita ga bisa masuk karena kamarnya penuh terisi (saya sama Johan muter-muter cari hostelnya, eh ternyata tempatnya bener-bener di belakang McD, cuma pintunya yang emang nyaru sama toko-toko yang ada di sebelahnya -_-‘ ). Akhirnya setelah mencoba peruntungan nyari hostel lain dan nangkring di warung mie seafood (mienya super enak kata Anda), kita bisa nego ke penjaga hostel tempat kita nginep untuk menitipkan tas dan numpang mandi disana.

Mata masih sepet dan muka udah zombiefied tapi tetep pede keliling Sg pagi-pagi buta. Kebetulan hari itu hari minggu jadi MRT-nya ga penuh sama orang berangkat kerja dan anak sekolah. Kita sengaja beli tiket two days pass biar lebih praktis dan hemat. Dan tiket two days pass itu juga bisa diambil refund-nya sebesar SGD10 di hari Senin malamnya :D

my two days pass ticket

Tujuan pertama di Singapore: Bugis. Pertama kali sampai Bugis, belum ada satupun toko yang buka, kita kepagian! Maklum kita sampe sana jam 9 pagi, yang kerja disana juga masih pada beberes :p Untuk ngabisin waktu, kita keliling (by foot) ke area sekitar Bugis Junction, sempat ngelewatin National Library Singapore juga. Kata Johan, selain koleksi buku yang lengkap dan tempat baca yang nyaman, internet di National Library kenceng banget koneksinya, jadi anak sekolah sama mahasiswa doyan banget mampir disini, hehee..

Setelah mondar-mandir ga jelas akhirnya Johan dan Ninda mutusin buat makan dulu, dan Yoshinoya di Bugis Junction jadi pilihan tempat kita makan. Oia, mulai hari Minggu saya resmi jadi satu-satunya orang yang berpuasa, karena Ninda mendadak didatengin tamu bulanan (pantesan pas di KL rewel banget :D). Setelah makan akhirnya toko-toko mulai buka satu persatu. Mulai deh keliling-keliling sesuai interest masing-masing. Johan beli sandal, Anda beli sandal (juga) dan 1 tas Charles & Keith, Ninda beli dompet (juga Charles & Keith), dan terakhir adalah saya yang beli sunglasses. Engga kok, kita ga kalap (mm..belum mungkin lebih tepatnya).

Masih sepi, belum ada toko yang buka..

Pulang dari Bugis, kita ga mampir kemana-mana dulu tapi langsung menuju ke Hostel kita di Syed Alwi Road, daerah Lavender. Begitu sampai hostel (sekitar jam 12.30) langsung pada tepar semuanya, padahal niatnya sih cuma istirahat sebentar dan akan lanjutin perjalanan jam 2 siangnya. Saya sendiri kayaknya ngigo matiin alarm saking capeknya :D dan ujung-ujungnya kita baru berangkat lagi jam 6 sore untuk ngejar buka puasa jam 7.30 di Singapore (sama aja lamanya kayak di KL  -_-)

Next: Orchard. Terakhir saya kesini pas jaman SD, kebayang kan lama banget, hehee..tapi saya ga perlu lagi photo mejeng di depan papan Orchard rd. karena di rumah udah ada, versi yang lebih imut malah :D

Night at OrchardPertama kita mampir di mall terbaru di sana, ION. Disini juga saya akhirnya berbuka puasa. Agak bingung sama menu pada awalnya (karena banyak pork-nya :D ) tapi akhirnya pilihan jatuh ke nasi bebek Hainan. Selesai makan kita keliling-keliling mall, dan disini juga saya mendadak bangkrut karena tergoda beli boots-nya Pull and Bear (T_T)  Sebenarnya kalo dihitung dari harga, saya sama sekali ga rugi karena sepatu itu koleksi terbaru dan bisa didapat dengan harga lebih murah dibandingkan kalo saya beli di Indonesia (kalo dianggap diskon, berarti saya dapet potongan harga sekitar 40%, lumayan banget kan? *pembenaran* :D ) Tapi uang cash yang saya bawa juga jadi berkurang hampir 40% (lah kok sama?) Intinya sejak belanja boots di Orchard, saya memutuskan untuk puasa belanja. Belanja hanya yang dibutuhkan aja. *crossing fingers*

Lanjut dari ION, kita mampir ke Singapore Visitors Centre untuk cari tau informasi tempat yang bagus (dan wajib) untuk dikunjungi. Pilihan agak banyak padahal waktu minimalis. Ada Merlion, Esplanade, Little India, Jurong Bird Park, Singapore Zoo, Sentosa Island, dan Marina Bay. Selepas dari Singapore Visitors Centre, kita ga bisa melancong ke tempat lain karena kebanyakan tempat uda tutup (kita belum tau kalo ternyata Mustafa Centre di Little India buka 24 jam! ). Ada titik cerah pas akhirnya Johan bilang dia mau janjian ketemuan sama temennya di satu café di dekat Orchard. Di café itu kita istirahatin kaki sekaligus nikmatin fasilitas wi-fi gratis, yeay!

Senin, hari kedua di Singapore. Tujuan: banyak! :D

Tujuan pertama hari ini adalah Singapore Zoo. Sempet ada insiden pribadi, yaitu saya lupa Sahur! Mmm..sebenernya ga kelupaan total, cuma bangunnya telat karena kecapean. Jadi hanya sempat ngemil potato chips sama minum air putih *merana*. Ok, balik ke Singapore Zoo. Kita berangkat naik MRT, sempat transit di City Hall kemudian lanjut lagi MRT ke arah utara (Maapin karena saya lupa detail stasiun yang harus dituju dimana aja, tapi kalau ke Singapore jangan lupa ke Singapore Visitors Centre, karena disitu kita bakal dikasi peta, bulletin, dan panduan untuk menuju ke tempat-tempat yang kita mau).

Singapore Zoo

Setelah sampai di stasiun yang dituju, rencananya kita akan melanjutkan dengan naik bus, tapi pas keluar stasiun ternyata sudah ada shuttle car berbayar yang sekaligus menawarkan tiket masuk ke Singapore Zoo. Jadi tanpa pikir panjang (dan karena rebutan juga dengan turis yang lain) kita membeli paket tiket masuk Singapore Zoo + Shuttle car-nya. Paket tiket yang kita beli juga sudah termasuk karcis trem untuk keliling area Singapore Zoo.a kiss for me <3

Buat saya pribadi, kalau mengunjungi negara lain (apalagi yang berbeda musim), kebun binatang adalah tempat yang wajib dikunjungi, karena ada binatang khas yang sulit ditemui di Negara lain.

Area Singapore Zoo akan lebih menarik dan khusyuk jika dikunjungi dengan berjalan kaki karena ada spot-spot kandang hewan yang tidak bisa dimasuki oleh trem. Antara hewan dengan pengunjung pun tidak dibatasi oleh pagar, bahkan di beberapa spot hewan-hewan tersebut dibiarkan lepas di kandangnya, jadi kalau pengunjung (berani) berinteraksi ya silakan saja asal mematuhi peraturannya :D  Oia, area hewan ganas seperti harimau putih pun ga diberi pagar lho, kita hanya dipisahkan oleh sungai lebar yang sengaja dibuat sebagai jarak.

met the real hippo!

@ tiger garden dan tenang, macannya cuma replika doang kok :D

Area yang luas membuat waktu keliling-keliling ga cukup satu jam! Kita baru selesai muterin seluruh area sekitar jam 2 siang tapi itu juga sudah termasuk melipir ke toko souvenir untuk beli kenang-kenangan di sana. Masing-masing beli lampu mungil berbentuk hewan yang bisa menyala warna-warni. I love zoo!

Perjalanan dilanjutkan ke Esplanade. Pertama naik bus dari Singapore Zoo kemudian lanjut lagi dengan MRT. Johan sengaja mengajak kita ke teras atas Esplanade (yang ada tamannya!) untuk photo-photo karena dari situ bisa terlihat berbagai macam objek. Mulai dari Eye of Singapore, Arsitektur Esplanade, sampai dengan Marina bay.

Setelah Esplanade, kita lanjut ke Merlion (patung singa yang wajib di photo bareng :p) dan naik water taxy menuju Clarke quay.

Rencananya mau makan malam di sana, tapi ternyata kita gagal untuk refund two days pass di stasiun MRT Clarke quay. Jadi mau ga mau harus berangkat ke Harbour Front untuk menukar refundnya (dasar emang backpacker nanggung, banyak belanja sampe lupa kalo budget menipis). Demi SGD 10, kita rela menunda makan malam :p

Nightview at Merlion and Water Taxy to Clarke Quay

Setelah menukar refund di Harbour Front, kita akhirnya makan di Vivo City (another mall!). Di foodcourtnya sudah dipisahkan antara makanan yang halal dan yang tidak bagi kaum muslim, jadi ga usah bingung cari-cari lagi.

Kebetulan di Vivo city juga ada sale dan tanpa babibu lagi si Anda belanja (dasar jiwa hedon, hahaa). Saat di Bugis Junction, Anda belanja tas dengan credit card, jadi sisa uang cash nya paling banyak di antara kita. Dan karena itu juga kita bertiga (saya, Ninda, dan Johan) memutuskan secara sepihak kalo Anda yang harus bayar taksi ke Airport Changi hari selasa paginya *applause*.

Back to our trip. Kita masih punya waktu sampai tengah malam untuk berjalan-jalan. Dikarenakan budget terbatas, akhirnya kita meng-cancel Sentosa Island dan memilih ke Mustafa Centre di Little India (yang ternyata cuma beda 1 blok dan masih sejalan dengan hostel tempat kita nginep). Di Mustafa Centre, Ninda yang ngakunya bokek mendadak beli tiga parfum dan beberapa body spray (4 buah sih kalo ga salah :D). Dan yang lain juga beli barang-barang murah disana.

Setelah mendarat kembali ke hostel, kali ini saya dan yang lain memilih untuk ga tidur (karena pas balik ke hostel ternyata uda jam 2 pagi!). Kita putusin untuk istirahat dan bergiliran merapikan bawaan masing-masing. Rencananya kita akan kembali ke KL (hanya untuk transit) dengan pesawat Jet Star yang paling pagi yaitu 7.20 dan harus ada di Changi Airport untuk check in sekitar jam 6 pagi, sebelum akhirnya lanjut lagi dengan Air Asia dari LCCT KL menuju Soekarno-Hatta.

(Selasa) Hari terakhir! *sedih*

Selasa adalah hari yang paling melelahkan, karena dalam waktu kurang dari 8 jam kita harus mengalami 2 kali penerbangan dan transit ke 3 bandara sebelum akhirnya mendarat kembali di Bandara Soetta jam 2 siang. Perjalanan pulang juga berasa agak lama (padahal sepanjang penerbangan tidur pules :D) dan penuh usaha karena setelah sampai di bandara kita harus mengambil bagasi terlebih dulu dengan kaki yang rasanya uda minta dibawa ke tukang pijet refleksi.

Dan akhirnya selesai juga kronologis Gerakan 10 Ribu Langkah KL-Singapore. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa hilir-mudik lagi ke tempat wisata lainnya, baik domestic maupun luar negeri, amien! :D

A few notes:

  • Next, kalo seandainya terwujud wisata ke India, saya harus bawa Ninda. Kenapa? Sepanjang perjalanan, doi udah kayak magnet buat kaum India di KL dan Sg, bahkan sempet dipanggil “Hey canteekk, email dong canteeekk!” sama orang India setempat :p  Kan lumayan banget bisa dikasi diskon kalo belanja bareng Ninda! *temen macem apa ini* :D
  • Saya lupa nama Hostel tempat kita nginep di Sg! meskipun begitu sebenernya hostel itu ga begitu recommended karena kamarnya yang kurang nyaman, cuma 2×2,5 m untuk berempat! kebayang dong ya gimana kita berempat susah gerak di dalamnya. Nilai baiknya hanya ada di fasilitas toiletnya yang bersih (lebih bersih dari hostel yang di KL). Berikut rekomendasi hostel backpacker lain yang awalnya kita incer tapi gagal karena fully booked :( : The Hive
  • Transportasi yang sangat nyaman dan tertata dengan tepat (bersih pula dari vandalisme!) adalah yang paling gw kagumin dari keseluruhan. Apalagi di Singapore yang hampir setiap stasiun MRT-nya terhubung ke Mall sehingga memudahkan turis dalam mencarinya. Macet adalah hal yang ga pernah terlihat sepanjang kita liburan disana.
  • Liburan ke negeri orang adalah saat yang pas buat praktek bahasa asing. Berinteraksi dengan penjual souvenir ataupun pelayan restoran bisa menjadi sarana yang tepat buat latihan, hehee.. walaupun sebenarnya kita ga terlalu khawatir tentang bahasa karena di KL dan Sing bahasanya masih campur antara Melayu, Inggris, dan Mandarin.
  • masih kebayang sama mie-nyaaa.. T_T

    Ada satu warung makanan di dekat hostel tempat kita nginep yang jual mie ikan (seafood lebih tepatnya) yang enaknya mantap kata Anda. Semua udah nyicipin mie itu kecuali saya. Sampai hari ini pun masih kebayang-bayang. Berhubung kita hilir-mudik disana pas banget  di bulan puasa, jadinya cuma bisa wisata daerah aja, minus wisata kuliner :(

  • Udah dua tahun berturut-turut setiap tanggal 17 Agustus saya ga merayakan di rumah. Tahun ini di Singapore dan KL, sedangkan tahun lalu saya ngerayain hari Kemerdekaan di Pulau Karimun Jawa (sampai sekarang belum juga share di blog tentang perjalanan wisatanya, maap ya!)
  • Saat transit di Airport LCCT KL, saya ketemu temen main yang abis jengukin pacarnya yang kuliah di Kuala Lumpur. Dan gara-gara ulah tengilnya minta photo bareng (pake handycam!) di tengah-tengah otw naik pesawat, kita dikasih sirene plus di priwitin sama petugas Airport. Untung aja dapet photonya :p
  • Beberapa photo di postingan ini juga masih courtesy of Andarina Sembiring. Some of them are being edited by me. Oia, postingan Anda tentang perjalanan di Singapore juga bisa dilihat di sini :)
  • Selain bawa pulang oleh-oleh betis bekonde dan kaki yang bengkak (serius, di samping mata kaki saya sampe ada benjolnya dan mesti dipijet refleksi baru mendingan :( ), saya juga beli beberapa benda buat kenang-kenangan (termasuk sepatu boots yang bikin budget makan saya berkurang *sigh*), here they are :

And it’s a wrap. Thanks  for reading, kinda long isn’t it? Hahaa..

Wish u guys have a great vacation too :) :) :) ,

Cheers, -Dhika-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s