Gerakan 10 Ribu Langkah KuaLa Lumpur-Singapore

Part 1 – Kuala Lumpur


Suasananya hiruk pikuk. Orang-orang lalu lalang sibuk sendiri dengan keperluannya, atm antri, dan ga jarang juga saya liat penjaga bergantian ditanya oleh para calon petualang yang masih awam dengan tata cara check in di bandara. Bandara? Yak betul, akhirnya saya dapet kesempatan untuk libur! A weekend getaway actually, hehee.. Berhubung selasa libur, jadilah saya ambil cuti hari kejepit nasional (baca: senin nanggung). And voila! Here I am, siap hilir mudik di negeri orang dgn minim pengalaman (tapi pede gilak!). Untungnya saya ga sendiri, ada 3 orang petualang muda lainnya yg siap menemani :D Anda, Ninda, dan satu-satunya laki-laki diantara kita (yang harus siap juga menerima segala tingkah polah aneh kita, team cewek rempong), Johan.

Semua berawal dari tiket promo Air Asia ke KL. Rencana awal adalah pergi ke Pulau Tioman, karena saya dan yang lain doyan banget ngeliat pantai, liat basah-basah dikit langsung pengen nyebur aja :P  Tapi ternyata rencana awal gagal karena budget yang minimalis (gagal nabung, hahaa..) dan entah karena terlalu jenius, kita baru sadar seminggu setelah beli tiket kalo hari yang dipilih itu pas bulan puasa, alhasil dari pada batal tiap hari gara-gara nyemplung ke air mulu, pindah haluanlah rutenya jadi trip ke KL dan Singapore. But it’s fine, selama judulnya liburan, hehee..

Check in di Bandara Soetta!

Back to the airport! Udah lama banget ga naik pesawat bikin saya agak-agak gugup gimana gitu karena uda lama ga keluar dari pulau Jawa. Dan rasa gugup itu berubah jadi mules pas saya tahu kita salah terminal! dan mesti lari-lari ngejar shuttle bus padahal uda mesti check in sejam sebelum keberangkatan (baca: panik!). Untungnya walaupun pas nyampe terminal 2D harus ngantri, kita masih belum telat untuk check in, dan ini pertama kalinya paspor saya di cap, yeaay! *norak yee* karena terakhir kali ke luar negeri saya masih nebeng paspornya orangtua :P

Pesawat take off jam 19.30 wib, setengah jam telat dari jadwal keberangkatan. Perut saya pun mulai konser karena kita semua belum ada yang makan malam, dan saya pribadi ga bisa tidur di pesawat kalo perut masih kosong *alesan* :D  Akhirnya mau ga mau kita order makanan di pesawat yang harganya jauh lebih mahal dengan porsi minimalis. Kenapa minimalis? Karena si Anda sampe ngabisin 3 porsi makanan malam itu padahal harga per porsinya sekitar Rp 27 ribu (belum sama minumnya). Belum mendarat di negeri orang, budget uda bengkak duluan buat makan malem, ahahaa..

Kita sampai di bandara LCCT KL jam 23.00 waktu Malaysia (yang berarti jam 22.00 wib karena antara Indonesia dengan Malaysia cuma beda 1 jam). Urusan di imigrasi menyita waktu hampir setengah jam dan selain itu kita juga harus membeli tiket shuttle bus + tiket KLIA transit (seharga 12,5 RM) menuju ke KL stessen (sebutan utk stasiun Kereta Api di Malaysia). Sayangnya ketika sampai di stessen KL, KL express terakhir yang harusnya kita naiki menuju ke arah hostel tempat kita menginap di KL sudah berangkat dan kita terpaksa naik taksi yang harganya jauh lebih mahal, hampir Rp 60 ribu (20 RM) dengan jarak tempuh yang relatif dekat (apa karena ga macet juga ya makanya berasa dekat?) :P

Tiba di Bandara LCCT Kuala Lumpur

Penginapan tempat kita menginap namanya The Travel Hub Hostel, di daerah Chinatown dekat dengan Petailing street. Kita dapat kamar jenis dorm tapi yang private, alias cuma utk 4 orang. Harga kamarnya relatif tergantung pilihan jenis kamarnya, tapi yang kita booked harganya Rp 300 ribu (ini dibagi berempat lho :D ). Penghuni hostel yang lainnya ramah-ramah dan dominan bule. Empunya hostel pun ga kalah baiknya, cuma toiletnya aja yang mesti agak ditingkatkan kebersihannya *tetep ya saya protes*. Oia, saya sama Ninda akhirnya beli McD untuk bekal sahur, karena takut gada resto yang buka lagi dan memang badan sudah harus diistirahatkan malam itu, capek cyinn!:D

Hari kedua (sabtu), bangun dengan semangat ’45! Jadwal kita padat merayap karena Sabtu ini kita mesti ngiterin objek-objek wisata utama di Malaysia. Pertama kita jalan ke Petailing street yang memang ga begitu jauh dari hostel. Di sini harga-harga cukup bersahabat asal pinter nawar.

Perhiasan bermerek di Petailing Street (tapi gatau deh kw berapa :p)

Suasananya kalo di Jakarta mirip dengan pasar baru atau daerah sekitaran mangga dua. Saya menahan diri untuk ga belanja, karena ini masih pagi dan perjalanan masih panjang, takut kalap dan berujung bokek nantinya. Setelah melewati Petailing street kita berjalan-jalan keliling daerah di sekitar (yang masih bisa jalan kaki tentunya), sempat melihat Merdeka Square, Masjid Jamek Raja Tun Uda, dan ga lupa photo-photo di sepanjang jalan. Pemandangannya agak unik karena bersatunya gedung-gedung tua dengan gedung bertingkat yang modern. Apalagi sebutan rambu dan nama jalan yang untuk orang Indonesia bisa bikin cengar-cengir sendiri #nooffense :)

coba perhatikan tulisan di rambunyaaa…

Perjalanan berlanjut ke Central Market KL. Di sini akhirnya saya merogoh kocek juga untuk membeli pernak-pernik kalung dan gelang sekaligus oleh-oleh (iya, walau budget minim, tetep inget yang di Jakarta kok :P). Di central market ini juga jangan lupa nawar lho, walaupun tempatnya ber-AC tapi penjaga tokonya cukup ramah dan banyak juga turis yang mampir kesini. Sebelum lanjut ke Petronas, kita juga istirahat sebentar di foodcourt-nya  karena Anda dan Johan yang ga puasa butuh asupan buat ngelanjutin perjalanan.

Selalu ada momen pertama, dan ini pertama kalinya saya naik MRT *applause*. Tiket MRT harganya sekitar 1-2 RM untuk sekali perjalanan. Dan tujuan kita adalah KLCC, menuju si Menara Kembar Petronas yang jadi objek photo wajib kalo dateng ke KL. Usaha untuk photo disana agak rempong karena kita ga punya kamera LSR (kita berwisata cuma bermodal kamera hp, agak sedih tapi tetep aja yee eksis photo dimana-mana).

karena gada kamera LSR, ini adalah photo yang paling susah buat diambil! usahanya totalitas!!

Oia, kita sempet mampir juga ke outlet VNC di KLCC yang crowd nya uda bisa ditebak: “rame kayak pasar”. Entah kenapa, saya ngerasa kalo isi toko VNC penuh orang Indonesia karena beberapa kali denger mereka ngobrol dengan logat yang familiar di telinga.

crowd-nya ga nahan (-_-‘!)

Setelah berkunjung ke Menara Petronas, sempet bingung mau ke mana awalnya, tapi akhirnya diputuskan kalo kita bakal lanjut ke KL tower, dan tentu saja dengan berjalan kaki. Selain naik MRT, kaki adalah medium transportasi utama kemana-mana, ga heran untuk perjalanan wisata kali ini kita namakan “Gerakan 10 ribu langkah KL – Singapore”.

walk, walk, and walk!! :D

Sebelum sampai ke KL Tower, kita sempet mampir sebentar untuk selonjorin kaki (dan nyari wi-fi gratis! #gamodal) ke salah satu cafe dekat Sheraton hotel Malaysia, dan disana saya dapet berita yang bikin kayak disamber petir! (#lebay) yaitu waktu buka puasa di Malaysia adalah jam 19.40! Padahal hari itu kita uda mulai puasa sejak jam 3 waktu Indonesia (nasib ya nasib).

Belum nyampe area KL Tower uda photo duluan :D

Sampai di gerbang bawah KL Tower kita harus naik shuttle car ke area KL Tower-nya (disini saya lupa kita harus bayar ato engga, tapi kalopun bayar harganya ga akan lebih dari 5 RM per orangnya). Meskipun begitu kita ga naik ke towernya, padahal kata Johan di tower paling atas kita bisa melihat seluruh KL pake teropong yang mirip kayak di film Home Alone 2. Endingnya kita buka puasa di area foodcourt KL tower dan dikasi tambahan makanan gratis oleh penjaga booth makanan tempat kita beli makan minum utk berbuka puasa. Oia, di area KL Tower juga banyak booth untuk beli souvenir yang terkait dengan objek wisata Malaysia, dan untungnya kita menemukan satu toko yang harga barangnya bersahabat. Harga souvenirnya mulai dari 3 RM dan barang-barangnya juga cukup bervariasi.

KuaLa Lumpur Tower adalah objek wisata terakhir yang dikunjungi, saya dan yang lainnya harus kembali ke hostel mengambil barang kemudian melanjutkan perjalanan ke Berjaya Times Square untuk naik bus ke Singapore. Kita naik bus double deck (yeaayy!!), dan ini bikin saya tambah semangat, jadi walapun cuma istirahat sebentar di hostel dan harus disambut gerimis saat berjalan ke arah stessen Monorail (horraayy naik Monorail utk yg pertama kalinya juga! :P) kita berempat tetep hajar bleh aja, hahaa..

Photo taken by teman perjalanan dadakan kita, sang pria India :)

Oia! Selama perjalanan ke Singapore, kita dapet satu tambahan teman perjalanan, seorang pria India yang mau ke Singapore untuk urusan bisnis. Sampe saat ini namanya masih misteri karena dengan oon-nya gada dari kita berempat yang inget namanya siapa pas pertama kali kenalan (parah -_-‘ ).

Sampe di berjaya times square sempet beli pizza dulu di Papa John’s Pizza (ini juga masih misteri, apa si Papa John’s Malaysia sama Papa Ron’s Indonesia punya hubungan sodara apa engga :p ). Tapi pelayan-pelayan restonya baik banget, kita dikasi minuman gratis dan gw dianter ke toilet mall (lewat jalan belakang) padahal uda ga boleh masuk mall lagi karena uda hampir jam 11 dan semua mall memang udah seharusnya tutup jam segitu. Sehari di Malaysia cukup untuk menjelajahi Kuala Lumpur, next kalo main ke Malaysia pengennya sih bener-bener ke Pulau Tioman, mampir di kota bersejarah Melaka, dan main air di pantai Langkawi. Untuk sementara waktu, saya nikmatin aja perjalanan dari KL ke Singapore dengan bus double deck yang super comfy. Jadwal keberangkatan bus-nya itu sebenernya 22.45 (waktu Malaysia) tapi ternyata baru benar-benar berangkat jam 23.00 Jadi kita sempet deh buat norak photo-photo dulu di dalem bus-nya! *senyum sumringah*

The double deck bus, super comfy!

Seat-nya lebih empuk dengan penahan kaki (jadinya bisa selonjoran deh :P) dan ada mesin pemijat attached di dalam kursinya, tinggal klik tombol dan selamat tidur sampe di tujuan.  Btw, armada bus double deck yang kita naikin ini namanya Starmart. Informasi seputar harga dan waktu keberangkatan bisa dilihat di sini. Sebenernya masih banyak armada bus lainnya, tapi kebetulan yang masih terjangkau harganya dengan kualitas pelayanan OK ya Starmart ini, hehee..

(to be continued to part 2 – Singapore)

note:

Sebagian besar photo di postingan ini adalah milik teman saya, Andarina Sembiring. Cerita perjalanan wisata KL-Singapore kami miliknya bisa dilihat di sini, enjoy!

ps:  i had so much fun! <3<3

2 thoughts on “Gerakan 10 Ribu Langkah KuaLa Lumpur-Singapore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s