Perempuan Paruh Baya Yang Berduka

Niat mengantar nenek saya ke rumah sakit disambut tangisan seorang perempuan paruh baya di depan ruang instalasi gawat darurat. Entah sudah berapa lama dia berada di sana, terduduk di sebuah kursi roda, meratap, dan menatap kosong. Sepanjang siang saya berada di sana, sepanjang itu pula dia menangis meraung-raung tak berdaya tatkala mengingat bahwa raga yang terkasih sudah tak menyatu lagi dengan rohnya.

Meski kita tak saling mengenal, saya hanya ingin katakan bahwa saya sungguh turut berbelasungkawa. Semoga yang terkasih beristirahat dengan tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s